Teknologi Tanaman Pangan Padi

Apa saja teknologi tanaman pangan padi yang digunakan agar padi dapat memberikan hasil yang banyak? Dari dulu hingga sekarang pola makanan selalu berubah menjadi lebih baik, sebagai contoh yang semula mengkonsumsi sagu sekarang sudah beralih mengkonsumsi nasi.

Teknologi Tanaman Pangan Padi

Agar dapat memenuhi kebutuhan premier tersebut memerlukan beberapa langkah agar menghasilkan padi yang berkualitas antara lain:

1. Persemaian

Langkah awal dalam teknologi tanaman pangan padi. Persemaian memerlukan beberapa langkah:

  • Penggunaan benih, menggunakan benih unggul dan bersertifkat dangan kebutuhan benih 25-30 kg/ha
  • Persiapan lahan untuk persemaian, memiliki tanah yang subur, dan pengairan
  • Pengolahan tanah calon persemaian, dilakukan dengan 3 cara yaitu persemaian kering, persemaian basah, dan system dapog.
  • Penaburan benih, benih dimasukan ke dalam air bertujuan: untuk menyeleksi benih yang baik, dan melakukan proses tisiogis yaitu perubahan benih agar benih cepat berkecambah. Lamanya 24 jam perendaman, lalu lakukan pemeraman selama 48 jam. Setelah itu benih siap untuk ditebar, adapun hal yang perlu diketahui mengenai penebaran benih: benih sudah memiliki kecambah sepanjang 1 mm, benih tersebar merata, dan kerapatannya harus sama.
  • Pemeliharaan persemaian, melakukan perairan dan pemupukan secara rutin.

2. Persiapan dan Pengolahan Tanah

Teknologi tanaman pangan padi, beberapa hal dalam mempersiapkan dan pengolahan tanah:

  • Pembersihan, pembersihan lingkungan sekitar.
  • Pencangkulan, dilakukan untuk memperbaiki petak sawah yang rusak atau sukar dibajak.
  • Membajak, berguna untuk memecah tanah menjadi bongkahan tanah, membalik/mencampur tanah dengan jerami sehingga akan membusuk dikarenakan mikro organisme yang terdapat di tanah.
  • Menggaru, ialah meratakan gumpalan-gumpalan tanah, menggaru dilakukan saat keadaan sawah basah, dan saat penggaruan saluran pintu masuk dan keluar air berada pada posisi tertutup.

3. Penanaman dan Pemeliharaan

Teknologi tanaman pangan padi yang terkahir adalah penanaman bibit harus memperhatikan persiapan lahan, umur bibit, dan tahap penanaman. Sedangkan pemeliharaan terdiri dari:

  • Penyulaman/penyiangan, bibit yang digunakan haruslah sama, penyulaman tidak boleh melampaui 10 hari setelah tanam.
  • Pengairan, dapat dilakukan secara terus menerus atau secara periodic.
  • Pemupukan, dapat menggunakan pupuk organik atau pupuk buatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *